Amalan sunnah Saat Berbuka Puasa



Orang yang sedang berpuasa dan ketika sudah memasuki waktu berbuka puasa, mereka juga dianjurkan untuk melaksanakan amalan sunnah berbuka puasa.Sehingga dengan menjalankan amalan sunnah berbuka puasa, puasa menjadi berkah dan pahala yang kita dapatkan semakin banyak karena amalan sunnah dapat mengikis dosa-dosa kecil masa lalu yang pernah kita lakukan.

Berbuka Puasa Diawal Waktu

Amalan sunnah yang pertama kali saat berbuka puasa adalah mendahulukan atau menyegerakan untuk berbuka puasa ketika sudah masuk waktu adzan magrib, biasannya sebelumnya ditandai dengan bunyi sirine berbuka puasa.
hadis dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata, “Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak mengerjakan salat maghrib hingga berbuka puasa kendati hanya dengan seteguk air,” (H.R. Tirmidzi. Hadits Hasan).
Selain hadist dtersebut, juga terdapat hadis dari Sahl bin Sa’ad radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Orang-orang (umat Islam) senatiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka,” (Muttafaqun ‘alaih).

Memperbanyak Doa Ketika Berbuka Puasa

Lanjut yang kedua, amalan orang saat berbuka puasa yaitu dengan banyak-banyak berdoa dan jangan lupa doa pertama sebelum berbuaka adalah doa berbuka puasa, setelah itu dilanjutkan dengan berbuka, setelah berbuka kita diperbolehkan untuk memperbanyak doa lainnya yang
didalamnya memberikan banyak kemanfaat untuk kehidupan dunia dan
diakhirat kelak.Berdoalah sesuai dengan harapan kita masing-masing karena doa orang yang sedang atau sudah menjalankan ibadah puasa doanya tidak ditolak oleh Allah SWT.Berikut dibawah ini adalah hadist penguat mengenai sunnah memperbanyak doa ketika berbuka puasa:

Berdoalah doa buka puasa yang sahih. Dari Abdullah bin Umar radhiyallahu
‘anhu, ia berkata, “Dahulu apabila Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa
sallam telah berbuka puasa, beliau biasa berdoa dengan, “Dzahaba zh-
zhama-u wabtallatil ‘uruuqu, wa tsabatal ajru insyaa Allah.”
ذَهَبَ الظَّمَأُ، وابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وثَبَتَ اْلأَجْرُ إِنْ شَاءَاللهُ
“Telah hilang rasa haus dahaga, dan urat-urat telah basah, dan pahala akan kita peroleh, insyaa Allah,” (H.R. Abu Daud).

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
ثَلَاثٌ
لَا تُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ: الْإِمَامُ الْعَادِلُ، وَالصَّائِمُ حَتَّى
يُفْطِرَ، وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ يَرْفَعُهَا اللَّهُ فَوْقَ السَّحَابِ
يَوْمَ الْقِيَامَةِ
“Ada tiga orang yang doanya tidak ditolak:
Pemimpin yang adil, orang yang berpuasa sampai dia berbuka, dan doa
orang yang didzalimi, Allah angkat di atas awan pada hari kiamat,” (H.R.
At-Tirmidzi 2526, Thabrani 7111).

Berbuka Dengan Memakan Kurma

Sunnah berbuka puasa yang ketiga selanjutnya yaitu berbuka puasa dengan memakan buah kurma dengan jumlah ganjil, bisa  3, 5, 7, 9 dan seterusnya.Kenapa harus ganjil?Jawabannya, karena ini sudah dicontohkan oleh baginda Nabi Muhammad S.A.W. Seperti menurut penjelasan hadis yang diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berbuka dengan beberapa biji ruthab (kurma masak yang belum jadi tamr) sebelum shalat Maghrib. Jika tidak ada beberapa biji ruthab, cukup beberap biji tamr (kurma kering). Jika itu tidak ada juga, beliau minum beberapa teguk air,” (H.R. Abu Dawud dan Tirmidzi. Hadits Hasan Shahih).

Lalu bagaimana jika tidak ada kurma?
Sebagian ulama juga sudah menjelaskan berbupa puasa dengan yang manis-manis karena maknanya itu sama dengan memakan buah kurma.Imam Al-Rafi’i (w 623 H) menjelaskan didalam kitabnya Fathul ‘Aziz bisyarhi Al-Wajiz, yang juga dikenal dengan kitab Al-Syarhu Al-Kabir, sebuah kitab syarah atas kitab fiqh Imam Al-Ghazali yakni Al-Wajiz fil Fiqhi Al-Syafi’i. Kata beliau,

 “Sesungguhnya disunnahkan ta’jil setelah benar-benar yaqin matahari terbenam, dan sunnah berbuka puasa dengan kurma (tamr), namun apabila tidak ada maka hendaknya berbuka puasa dengan air, berdasarkan riwayat bahwa Nabi Shallallahu ‘Alayhi wa Sallam pernah bersabda : “Barangsiapa yang mendapati kurma maka berbuka puasalah dengannya, dan barangsiapa yang tidak memiliki kurma maka berbukalah dengan air, sebab air itu suci”, Dan Al-Qadli Ar-Ruyani menuturkan bahwa hendaknya berbuka puasa dengan kurma, namun bila tidak ada maka dengan manisan yang lain, jika tidak ada maka dengan air”

Ngabuburit Yuuuk...!!




Ngabuburit kata yang sudah tidak asing lagi di telinga. Berasal dari Bahasa Sunda yang kata dasarnya adalah “Burit” yang berarti keadaan di mana matahari sudah terbenam atau Maghrib. Sedangkan imbuhan “Nga” setara dengan imbuhan “me” pada Bahasa Indonesia yang berarti melakukan suatu pekerjaan/aktivitas.

Jadi Ngabuburit adalah kegiatan yang dilakukan untuk menuju datangnya matahari terbenam/Maghrib. Di kampung halaman saya Bandung, kata Ngabuburit sering diplesetkan menjadi “Ngabubur Beurit” yang artinya “membuat bubur tikus”ini sebuah candaan yang biasa dilontarkan pada teman-teman sebaya yang menunjukkan keputus asaan (lebay dikit bahasanya) kalau kita tidak memiliki agenda khusus yang akan dilakukan untuk mengisi Ngabuburit ini alias Ngabuburit kita “garing”.

Tentu, kita tidak mau mati gaya karena Ngabuburit kita “garing” bukan?. Berikut beberapa tips agar Ngabuburit kita asyik dan bermanfaat :

Beraktivitas Sehat di Taman Kota Bersama Sahabat & Keluarga

Yup, puasa bukan berarti kita stop untuk melakukan olahraga yang menyehatkan. Kita masih bisa berolahraga namun tentunya dengan kapasitas yang lebih ringan. Berjalan santai di taman kota atau ruang-ruang terbuka menghirup udara segar bisa menjadi pilihan. Apalagi jika melakukannya bersama sahabat atau keluargaselain menyehatkan, tentu bisa menjalin hubungan emosional yang lebih baik.

Memperluas Jaringan

Bengong di rumah selama ngabuburit? Tentu bukan merupakan pilihan bijak. Menambah relasi pertemanan atau jaringan juga bisa dilakukan saat ngabuburit ini. Sering sekali komunitas-komunitas yang ada di dunia maya seperti komunitas penulis blog, pecinta kuliner, penggiat yoga atau komunitas profesional kantor seperti komunitas HRD, pengusaha dan lain-lain mengadakan acara buka puasa bersama yang sifatnya terbuka bagi siapa saja yang dibalut dalam acara seminar, diskusi dan sebagainya. Tak ada salahnya kita ikut “nimbrung” di acara tersebut untuk menambah jaringan pertemanan dan wawasan kita. Bahkan ada beberapa yang mengadakan kegiatan tersebut secara gratis. Tentunya kita harus aktif mencari informasi seperti ini di dunia maya. Bagi rekan-rekan penulis blog tentu akan mudah mendapatkan informasi seperti ini.

Menambah Wawasan Budaya

Inilah saatnya bagi kita untuk mulai mencintai budaya sendiri dengan mempelajarinya langsung. Ngabuburit dapat diisi dengan kegiatan yang menambah wawasan di bidang budaya. Di Bulan Ramadhan sering juga diadakan berbagai event yang berkaitan dengan budaya ini. Bagi teman-teman yang berada di Kota besar seperti Jakarta, Bandung atau Jogja tentu akan mudah menemukan event-event ini. Sebut saja pagelaran angklung anak-anak yang diselenggarakan oleh Saung Angklung Udjo di Bandung atau Pertunjukkan gamelan di Kraton Jogja, Belajar membuat batik, berbagai event yang diadakan di Taman Ismail Marzuki Jakarta serta berbagai event pameran lainnya.

Belajar Memasak

Ini juga bisa menjadi pilihan. Mungkin selama ini kita tidak sadar bahwa ternyata kita memiliki bakat memasak. Hanya saja kita tidak tahu dan tidak pernah mau mencoba. Memberanikan diri mencoba membuat suatu masakan untuk berbuka keluarga atau teman di kost adalah hal yang mengasyikkan. Untuk resep dan cara memasak kita tidak perlu sulit mencarinya. Kini hanya dengan search di Google kita bisa mendapatkan berbagai resep yang kita inginkan, baik masakan daerah ataupun masakan asing. Kalau belum puas kita juga bisa men-download berbagai video peragaan memasak di Youtube. Siapa tahu dari sekedar mencoba-coba ini, kita bisa meraup rejeki dengan menjual masakan kita di depan rumah selama puasa ini. Mau coba, Yuk!

Belajar Bahasa Seru

Di Facebook ada suatu komunitas grup unik namanya Polyglot. Mereka adalah orang-orang yang mempunyai ketertarikan untuk belajar bahasa. Tidak saja bahasa-bahasa yang lazim seperti Bahasa Inggris, Jepang atau Perancis, banyak diantara mereka yang juga belajar bahasa-bahasa yang jarang kita ketahui seperti Bahasa Urdu, Bahasa Ibrani dan lain-lain. Belajar bahasa bisa jadi salah satu pilihan kita mengisi ngabuburit. Tak perlu mahal-mahal kursus, sekali lagi cukup download tutorial dari Youtube kita bisa belajar bahasa yang kita inginkan. Tentunya, alangkah baik kita belajar bahasa yang kemungkinan kita pergunakan baik itu di dunia kerja, sekolah ataupun bisnis.

Belajar Sejarah

Presiden pertama Indonesia Ir. Soekarno pernah bilang “Jas Merah” kepanjangan dari “Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah”. Ya bangsa yang baik adalah bangsa yang tidak melupakan sejarahnya. Sebagian dari kita menganggap bahwa sejarah itu membosankan, bikin ngantuk. Ini mungkin karena cara mengajar sebagian guru kita di bangku sekolah dulu tidak membuat kita senang. Padahal, sejarah itu asyik lho. Dan, belajar sejarah tidak hanya melulu membaca buku. Kita bisa jalan-jalan mengunjungi berbagai tempat bersejarah yang ada di kota kita.
Di Jakarta, terdapat segudang tempat yang merupakan peninggalan sejarah salah satunya mesjid yang cocok kita kunjungi karena bisa sekalian beribadah selama Bulan Ramadhan seperti Masjid Istiqlal, Masjid Cut Meutia, Masjid Sunda Kelapa, Masjid Jami Kebon Jeruk atau Masjid Kampung Bandan Tanjug Priok. Selain mesjid, banyak juga berbagai tempat bersejarah lain yang menarik dikunjungi seperti Monas, Museum Prasasti, Museum Bank Mandiri, Museum Bahari dan lain-lain. Oh ya, di Jakarta sekarang ada yang namanya “Komunitas Historia” sebuah komunitas bagi pecinta sejarah yang sering mengdakan acara-acara seru bertemakan sejarah seperti napak tilas, pemutaran film dan lain-lain. Kita bisa ikut rame-rame acara mereka. Ngabuburit kita pasti akan seru dan wawasan sejarah kita pun akan bertambah.

 

Memperdalam Agama

Oke, selain pilihan-pilihan aktivitas yang dipaparkan di atas, kita juga jangan sampai melupakan aktivitas yang berkaitan dengan Agama selama Ramadhan ini. Pahalanya berlipat lho bagi siapa saja yang beribadah dan memperdalam agama selama bulan puasa. Kita bisa mengikuti acara-acara diskusi keagamaan yang diadakan masjid di lingkungan kita, pesantren kilat atau menonton berbagai video ceramah dan bahasan keagamaan lain melalui Youtube. Berbagai masukan yang berkaitan dengan rohani tentunya akan membantu kita menjadi manusia yang lebih baik lagi.

Tips Untuk Menghindari Bau Mulut Saat Berpuasa



Bau mulut saat berpuasa memang sangat mengganggu, tapi perlukah untuk takut?
Telah dijelaskan dalam sebuah hadist bahwa:
Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak misk.”
(HR. Bukhari no. 1894 dan Muslim no. 1151).

Dari hadist tersebut, kita seharusnya tidak perlu takut bau mulut disaat berpuasa. Namun, hal itu tidak semena-mena membuat kita malas menjaga kebersihan diri kita kan? Karna bagaimanapun kebersihan tetaplah sebagian dari iman.

Bau mulut saat berpuasa merupakan hal yang wajar, hal ini karena penyebab bau mulut salah satunya yaitu mulut mengalami kekeringan akibat kekurangan cairan ludah (saliva). Jika saliva berkurang, bakteri dalam mulut pun semakin mengalami peningkatan sehingga menyebabkan bau pada mulut. Bau mulut juga dapat terjadi karena konsumsi makanan yang salah pada saat sahur, sepert petai, jengkol, durian, daging, ikan, dan berbagai jenis produk susu.

Ada beberapa tips yang dapat dilakukan untuk menghindari bau mulut saat berpuasa :
  1. Gosok gigi setelah sahur. Bau mulut terjadi karena kondisi mulut yang tidak bersih, oleh karena itu, dengan gosok gigi setelah sahur akan membantu menghilangkan kotoran pada mulut dan sela-sela gigi sehingga mulut dapat terhindar dari bau tak sedap.
  2. Gunakan obat kumur. Penggunaan obat kumur anti-bakteri non alkolhol akan membantu membunuh bakteri-bakteri dalam mulut serta dapat menjaga kebersihan gigi dana mulut. Namun, penggunaan obat kumur ini sebaiknya jangan terlalu sering, hal ini akan menyebabkan berkurangnya air liur dalam mulut dan mulut akan semakin kering.
  3. Memperbanyak mengkonsumsi buah dan sayur. Mengkonsumsi buah dan sayurakan membuat mulut menjadi lebih sergar serta meningkatkan produksi air liur dalam mulut. Peningkatan air liur dalam mulut akan menghindarkan mulut menjadi kering dan pencegahan terhadap bakteri. buah yang baik dikonsumsi untuk meningkatkan air liur adalah buah apel dan strawberry.
  4. Menghindari konsumsi makanan berlemak dan menyengat. Saat akan berpuasa sebaiknya menghindari makanan berlemak seperti daging, dan makanan menyengat seperti bawang putih, jengkol dan pete. Hal ini untuk menghindari bau mulut saat berpuasa
  5. Perbanyak minum air putih. Saat akan berpuasa, lebih baik perbanyak minum air putih untuk dapat menghilangkan bau mulut secara alami serta membantu mempertahankan cairan tubuh saat berpuasa.

Demikian beberapa tips dalam mencegah bau mulut saat berpuasa. Yang perlu diingat bahwa saat berpuasa ramadhan, hal yang penting dijaga adalah keimanan, keutamaan dalam sholat dan menjalani ibadah lain. Karena, Allah S.W.T telah menjamin orang-orang berpuasa yang mulutnya berbau tak sedap di dunia akan memiliki bau minyak misk yang tiada tara harumnya di akhirat nanti.

Memimbing dan Melatih Anak untuk Berpuasa





Hukum puasa di bulan Ramadhan adalah wajib bagi setiap muslim yang baligh (dewasa), berakal, dalam keadaan sehat, serta dalam keadaan tidak melakukan safar/perjalanan jauh. Namun banyak sekali fenomena yang ditemui khususnya saat ini dimana hanya orang tua sajalah yang melakukan puasa sementara anak-anak mereka yang masih kecil dan belia dibiarkan untuk tidak menjalankan ibadah wajib ini. Seperti halnya sholat 5 waktu, ibadah puasa semestinya juga harus di ajarkan kepada anak-anak meskipun usia mereka masih belia.

Dengan adanya latihan dan bimbingan yang diberilkan untuk mereka untuk  berpuasa sejak dini oleh orang tuanya, diharapkan pengalaman tersebut menjadikan pembelajaran bagi si anak untuk terbiasa dengan rutinitas ibadah wajib satu ini. 
Ada beberapa cara bagaimana strategi bimbingan dan latihan jita yang bisa diberikan kepada anak anak kita

Ciptakan Dekorasi Rumah Anda Seindah Mungkin Dalam Menyambut Bulan Suci Ramdhan
Orang tua harus kreatif dalam membangun suasana rumah seperti layaknya membangun pesta ulang tahun anak. Misalnya Pada pintu rumah atau pintu kamar anak buatlah spanduk atau apapun secara sederhana yang bertulisan penyambutan bulan suci ramdahan, sehingga dalam benak anak akan bertanya mengapa pada bulan ini, ayah serta ibu mereka menghias rumah sebagus itu, dan orang tua berkewajiban memberikan penjelasan yang mudah dicerna bagi anak bahwa bulan puasa merupakan bulan yang istimewa yang didalamnya seluruh umat muslim diwajibkan berpuasa yang perlu disambut dengan bahagia sehingga mereka memberikan reaksi ketertarikan terhadap apa sebenarnya puasa ramadhan itu.

Memberikan Tausiah Yang Menarik Tentang Hakikat Puasa
Saat mereka sudah menunjukkan ketertarikan tentang puasa ramdahan, Orang tua dapat memberikan tausiah untuk anak anak mereka tentang hukum, pahala dan amalan puasa bagi setiap muslim. tausiah ini dapat diceritakan kepada anak anak sekreatif mungkin, bisa melalui dongeng atau cerita cerita lainnya. Dengan seperti itu, anak anak memiliki motivasi dalam dirinya sendiri untuk menjalankan ibadah puasa seperti apa yang ayah ibu mereka kerjakan.

Aktivitas Dan Menu Sahur
Saat anak-anak sudah berkeinginan untuk menjalankan ibadah puasa, orang tua juga mengajak dan melibatkan anak anak mereka untuk sahur bersama keluarga. Jika mereka masih kantuk, berilah cerita cerita pembangun semangat mereka untuk bersahur. Lalu bagaimana dengan menu sahurnya? Bagi ibu, buatlah menu makanan sahur yang di gemari anak-anak sehingga anak-anak berselara untuk makan sebagai bekal berpuasa nanti. Tetapi orang tua harus memastikan bahwa menu yang di sajikan memberikan nutirsi serta gizi yang cukup memberikan energi serta seimbang. Pemilihan bahan makanan yang mengandung karbohidrat, protein, lemak, mineral vitamin harus seimbang serta minuman yang diberikan pada anak juga harus memberikan nilai energi. Orang tua sebaiknya jangan memberikan vitamin penambah nafsu makan saat sahur karena dapat membuat anak cepat lapar pada siang harinya.

Beri Kesempatan Berbuka
Pada umumnya, orang dewasa menahan haus, lapar serta dahaga selama kurang lebih  10-14 jam dari sahur sampai dengan berbuka. Aktivitas tersebut kadang masih terasa berat  bagi anak-anak kuta sehingga pada siang hari. Jika anak kita merasa lapar atau haus dan tidak bisa menahan lapar atau dahaga, beri kesempatan mereka untuk berbuka terlebih dahulu serta biarkan mereka makan lalu orang tua meminta kepada anak untuk melanjutkan latihan ibadah puasanya sampai waktu berbuka tiba.

Memberikan Hadiah Dan Motivasi
Orang tua memberikan janji kepada si anak kalau anak mereka akan mendapatkan hadiah jika mereka berhasil melakukan peningkatan lamanya jam mereka berpuasa dari kehari hari. Hadiah tidak harus mewah tetapi sesuai dengan kebutuhan terbaik apa yang diperlukan anak anak. Misalnya hadiah baju baru untuk lebaran nanti, orang tua dapat memberikan kesempatan pada pada anak untuk memilih jenis baju apa yang mereka inginkan. Lalu bagaimana bagi anak anak mereka yang mulai terlihat kendur dalam berpuasa, orang tua wajib memberikan motivasi yang terus membangun semangat mereka.

Aktivitas Dan Menu Berbuka
Biasanya anak-anak sudah tidak sabar untuk menunggu bedug berbuka, orang tua khususnya sang ayah dapat mensiasati dengan mengajak anak untuk belajar agama bersama alias ngabuburit yang bermanfaat. Sementara itu, Ibu mereka menyiapkan menu yang sesuai dengan apa yang anak-anak minati. Hal ini sesuai sesuai dengan sahur mereka dimana menu berbuka juga wajib mempertimbangkan aspek keseimbangan gizi serta nutrisi yang seimbang.  Orang tua juga harus mengingatkan bahwa makan atau minum saat berbuka jangan sampai kekenyangan karena kekenyangan akan membuat perut terasa sakit sehingga anak-anak justru akan trauma dan enggan untuk berpuasa lagi.

Hindari Maksiat Saat Berpuasa Agar Puasa Jadi Produktif



Puasa merupakan salah satu kewajiban yang harus dijalankan oleh setiap orang Islam. Puasa tidak hanya menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga menjauhkan diri dari segala bentuk maksiat. Maksiat dapat mengurangi pahala puasa di bulan Ramadhan lho..! Di samping itu juga dapat membatalkan puasa. 

Tanpa kita sadari, segala bentuk maksiat sering terjadi setiap harinya. Bahkan hanya muncul dari hal-hal yang sepele. 
Apa aja sih bentuk maksiatnya..? Yuk kita simak dibawah ini..


Tidak Menjaga Pandangan

Di bulan puasa, menjaga pandangan itu sangat penting, kenapa? Berpandangan antar lawan jenis dapat mengundang nafsu syafwat. Apalagi berpandangan terlalu lama dapat menjadi zina mata.


Kebiasaan Nonton Film

Nonton memang dapat menghilangkan kejenuhan selama berpuasa dan sangat cocok buat ngabuburit. Tapi tahu nggak sih?, nonton juga dapat mendatangkan maksiat. Yuk kita simak baik-baik! Semua film yang ditayangkan selama bulan ramadhan memang lebih mengutamakan pada hal-hal yang berbau religi. Kenyataannya, hal itu hanya berlaku pada jam-jam tertentu saja. Walaupun demikian, kebanyakan orang masih menganggap bahwa semua tayangan itu masih layak untuk ditonton. Padahal sebaiknya kita memilah-milah film agar tidak sebatas mencari hiburan juga terhindar dari maksiat.


Berdua-Duaan “Pacaran”

Ramadhan merupakan bulan untuk mencari pahala sebnyak-banyaknya, bukan malah menambah dosa. Berduaan acapkali masih dilakukan oleh para remaja meskipun pada bulan ramadhan. Kita tahu remaja memiliki sifat yang labil. Apalagi remaja yang cenderung otoriter, baginya semua bulan adalah sama. Nasihat yang mungkin telah diucapkan orang tuapun biasanya hanya dianggap sebatas angin lewat saja.


Menambah Omset Penjualan

Penjual dadakan selama bulan ramadhan dapat ditemui di berbagai tempat saat menjelang buka puasa. Minum-minuman yang segar dan manis saat berbuka terasa sangat menggoda dan cocok untuk takjil. Tapi, buat kalian yang sering menjadi penjual dadakan, salah satu hal ini sangat perlu diperhatikan. Es batu, berbuka dengan minuman dingin sangat nikmat. Pilihlah es batu yang berasal dari air bersih dan matang bukan sebaliknya karena bukan pahala yang diperoleh tetapi dosa. Selain merugikan orang lain, uang yang diperoleh juga tidak halal.

Demikianlah sekilas tentang bentuk-bentuk maksiat. Walaupun hanya hal-hal sepele tapi dapat mengurangi pahala puasa lho! Puasa yang dijalani selama satu bulan penuh ini, lebih baik diisi dengan hal-hal yang baik agar puasa produktif dan terhindar dari maksiat. Oleh karena itu, berhati-hatilah dalam bersikap dan bertindak.

Mengatasi 3L dan 1M Di Saat Puasa Ramadhan


Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah bagi kita semua umat Islam.oleh karena itu,kita harus tetap semangat mencari berkah di bulan yang spesial ini.Namun,banyak sekali rintangan yang kita hadapi,bukan ? Dan rintangan yang kita hadapi setiap hari yaitu 3L dan 1M.

Apasih 3L dan 1M itu?
3L adalah penyakit yang biasa menyerang kita saat berpuasa, Yaitu Letih, Lesu dan Lunglai.
Lalu 1M itu adalah Malas
Lalu bagaimana cara mengatasi 3L dan 1M ? 
Mari kita simak tips berikut :

 

Pola Makan Sahur Yang Benar

Makan Sahur adalah makan terakhir kita sebelum berhenti makan selama 13 jam.Namun,bukan berarti kita makan melebihi porsi makan kita dan tidak juga kurang dari porsi normal.Selain itu,kita juga harus banyak makan-makanan yang mengandung karbohidrat agar dapat menyimpan energi lebih lama dan membuat kita merasa kenyang lebih lama pula.

 

Minumlah Banyak Air Putih

Air putih memiliki banyak manfaat bagi tubuh kita.Yang paling penting adalah air putih dapat menyeimvangkan cairan yang ada dalam tubuh.Meminum banyak air putih sesuai kebutuhan saat puasa juga dapat menggantikan energi yang hilang nantinya.Air putih juga menghambat rasa haus daripada minuman manis lainnya.

 

Tidur Secukupnya

Tidur di bulan yang penuh berkah ini memang terhitung ibadah namun kita juga harus membatasi waktu tidur kita.Tidak dihimbau tidur setelah sahur karena hanya akan menghambat metabolisme tubuh kita.

 

Carilah Kegiatan Yang Tidak Menguras Banyak Energi

Yang satu ini akan membuat kita terhidar dari bermalas-malasan saat puasa,buatlah kegiatan-kegiatan seru yang tidak membuang banyak energimu.Seperti tadarus bersama kawan-kawan,mengikuti pengajian atau sekedar melakukan kegiatan kecil seperti menonton film,membantu menyiapkan buka puasa dan hal menarik lainnya.

11 Hal yang Cuma Kalian Temuin di Bulan Puasa


Bulan Ramadhan merupakan bulan suci dan penuh dengan keberkahan, Puasa merupakan rukun Islam ke 4 setelah Syahadat, Shalat dan Zakat. Dengan berpuasa kita dapat mengendalikan asupan makan dan minuman kedalam tubuh.

Sebagai muslim yang beriman, tentunya tidak ingin melewatkan bulan berkah ini karna jika kita beribadah dan berbuat hak-hal yang baik maka mendapat pahala yang berkali-kali lipat tentunya, sangat sayang bukan kalau dilewati begitu saja

Dibawah ini adalah 11 Hal yang Cuma Kalian Temuin di Bulan Puasa

Kontes Dai

Kenapa kontes Dai cuma ada dibulan puasa ya? mungkin itu masih menjadi misteri yang belum terpecahkan, tapi memang itu salah satu acara yang hanya terdapat dibulan puasa dan biasanya ada di televisi. Mungkin supaya lebih bersemangat lagi mengerjakan puasanya, hmm masih menjadi misteri.

Kultum di TV

Selain kontes dai, ini juga acara televisi yang cuma kalian bisa temuin di bulan puasa. Tapi ini lebih jelas keberadaannya karna sebagai penyempurna ibadah puasanya tapi kenapa adanya pas cuma ramadhan ya.

Masjid / Mushola Mendadak Ramai

Nah selanjutnya Masjid / Mushola menjadi mendadak ramai, ini menjadi paling istimewa dibulan ramadhan karena banyaknya orang yang berdatangan ke Masjid terutama saat Waktu shalat Subuh, shalat Magrib, dan Shalat Isya yang dilanjutkan dengan tarawih.

Iklan Sirup

Memang iklan sirup ini dibulan lainnya juga bisa kita lihat tapi pada awal-awal bulan ramadhan iklan ini lah yang menandakan bahwa kita akan memasuki bulan puasa, bahkan bulan puasa rasanya tidak lengkap tanpa adanya iklan ini.

Petasan Dimana-mana

Seperti halnya iklan sirup, petasan pun selain banyak saat tahun baru juga banyak saat bulan puasa, petasan pun ikut meramaikan malam-malam ramadhan apalagi saat malam-malam terakhir ramadhan.

Penjual Takjil

Selanjutnya penjual takjil, selain penjual takjil masih banyak lagi penjual lainnya yang ikut meramaikan bulan ramadhan seperti penjual baju muslim dadakan, peralatan shalat dll.

Adzan Magrib Lebih dikangenin daripada Pacar
Ini yang paling membuat para jomblovers merasa semangat menjalani puasanya, jadi bagi kalian yang mempunyai pacar jangan heran jika pacar kalian lebih kangen Adzan magrib daripada kamu. Buat yang jomblo tetep semangat ya, jodoh gak bakal kemana kok nanti juga bakal ke pelaminan tapi jadi tamu :p

Sembako Menjadi Mahal

Semakin banyaknya kebutuhan konsumsi semakin mahal pula biaya yang harus dikeluarkan, seperti halnya sembako pada bulan puasa yang tiba-tiba naik tanpa alasan yang jelas.

Artis Menjadi Alim Mendadak

Sebenarnya bukan artis saja menjadi alim mendadak tapi masih banyak orang yang tiba-tiba menjadi alim, namun memang artis lah yang lebih terlihat oleh publik.

Suasana Kebersamaan

Suasana Kebersamaan akan sangat terasa dibulan ramadhan ini, terutama saat buka puasa dan sahur bareng keluarga. Inilah hal yang membuat puasa menjadi istimewa yang mungkin pada hari biasa keluarga sibuk dengan kerjaannya.

Ngabuburit

Yang terakhir yaitu ngabuburit, kata “ngabuburit” berasal dari bahasa sunda. Awalan [Nga-], sisipan [-bu-], kata ‘burit’ berarti senja/sore atau menjelang magrib. Ini aktifitas yang (mungkin) hanya terjadi pada bulan puasa, tujuang ngabuburit yaitu untuk menunggu adzan magrib atau saat berbuka puasa.
Nah itu lah 11 Hal yang Cuma atau biasa kalian temuin di bulan puasa, isilah bulan yang penuh berkah ini dengan kegiatan positif jangan nodai bulan suci dengan hal yang merugikan, terima kasih atas waktunya untuk membaca artikel ini. Selamat menunaikan ibadah puasa

Cegah Dehidrasi Saat Berpuasa Ramadhan


Selama 13 jam lebih kita berpuasa di tengah kondisi cuaca siang hari yang terik,cairan tubuh kita akan berkurang jumlahnya.Bila dibiarkan berlanjut tentu tubuh kita akan mengalami dehidrasi dari yang ringan hingga berat.Gejala dehidrasi ringan seperti mulut kering,sulit konsentrasi, gemetar,mengantuk bila dibiarkan bisa berlanjut ke dehidrasi yang lebih berat dengan gejalanya seperti kejang,berhalusinasi,menurunnya volume dan tekanan darah hingga kegagalan fungsi ginjal.

Untuk menjaga agar selama seharian kita tetap mampu beraktivitas sekaligus mampu menjalankan ibadah puasa tentu kita membutuhkan asupan gizi yang baik serta cairan tubuh yang berkecukupan. Untuk asupan gizi selama bulan Ramadhan,kebanyakan dari kita sudah mempersiapkannya dengan membuat berbagai menu masakan harian yang lebih bergizi dibanding hari hari di luar bulan Ramadhan.Namun,jarang sekali yang merencanakan pola asupan cairan tubuh yang ternyata memegang peranan lebih penting bagi kesehatan tubuh kita.Masih banyak anggapan di tengah masyarakat bahwa ketika puasa kebutuhan pemenuhan cairan tubuh mereka akan berkurang.Padahal faktanya pada saat puasa,kebutuhan cairan seseorang tidak berkurang,sama saja dengan hari lainnya di luar bulan puasa,hanya waktunya saja yang berbeda.

Selama puasa di bulan Ramadan,kesempatan minum air dibatasi hanya pada malam hari sejak matahari terbenam sampai terbit fajar. Bila kita kurang waspada,kita bisa terkena dehidrasi ringan ataupun sedang.Bila dipahami dan dilaksanakan dengan baik seharusnya puasa Ramadan dapat meningkatkan kesehatan tubuh,tetapi bila kita tidak mengetahui jumlah dan cara minum yang benar bisa jadi puasa Ramadan menimbulkan gangguan kesehatan.Orang yang berpuasa ada kalanya mengalami rasa haus,terutama menjelang berbuka tetapi sebaiknya diwaspadai jangan sampai rasa haus ini berlangsung setiap hari dan menimbulkan gejala bibir kering.

Kenapa sebagian orang mengalami bibir kering selama puasa Ramadan? Penyebab utamanya bila tidak ada penyakit tentu karena kekurangan air minum. Kenapa terjadi kekurangan air minum?Karena jumlah yang diminum belum memenuhi kebutuhan air bagi tubuh. Jumlah air minum yang dibutuhkan untuk hidup sehat dan aktif setiap hari tergantung ukuran tubuh,tahap pertumbuhan (usia),jenis kegiatan dan suhu lingkungan. Seorang dewasa dengan aktivitas sedang misalnya membutuhkan sekitar 7-8 gelas air sehari (2 liter perhari).

Berikut ini tips dan pengalaman saya tentang pemenuhan kebutuhan cairan tubuh serta pengaturan konsumsinya selama bulan puasa agar kita terhindar dari dehidrasi yaitu :

Dalam keseharian kita,air yang kita konsumsi butuh waktu untuk berpindah dari lambung ke otot-otot tubuh.Karena itu, idealnya seseorang tak perlu menunggu haus untuk mencukupi hidrasinya. Di bulan puasa, minum teratur dengan cukup setiap jam dapat diganti dengan komposisi mengkonsumsi minum air putih yang tepat, yakni 2 gelas saat berbuka, 4 gelas di malam hari, dan 2 gelas saat sahur.Cara mengatur konsumsi 8 gelas air putih selama berpuasa Ramadhan yaitu awali berbuka dengan 1 gelas air putih kemudian setelah menikmati hidangan berbuka berupa buah kurma berjumlah 3,5 atau 7 butir,kembali minum 1 gelas air putih lagi. Segera tunaikanlah sholat maghrib karena waktunya mepet.Istirahatlah sebentar untuk memberikan kesempatan organ pencernaan kita agar siap menerima makanan besar yang akan masuk kemudian.Sebelum menyantap hidangan berbuka,minumlah 1 gelas air putih kembali. Perhatikan porsi makannya jangan terlalu berlebihan karena kita masih harus menunaikan sholat Isya dan sholat Tarawih berjamaah yang bisa memakan waktu kurang lebih 1 jam.Bila porsi makan kita tidak terkontrol,akan timbul rasa mengantuk dan rasa malas untuk pergi ke masjid menunaikan sholat Isya dan sholat Tarawih tersebut.Selesai sholat Tarawih bisa dilanjutkan kembali makan malamnya dengan porsi yang lebih kecil dan diakhiri dengan minum 1-2 gelas air putih.Saatnya beristirahat sebentar,yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah sunnah lainnya seperti taddarus Al-Quran.Setelah dirasa cukup istirahatnya,menjelang tidur jangan lupa minum 1 gelas air putih lagi.Sedangkan di kala makan sahur,sebelum menyantap makan sahurnya diawali dengan 1 gelas air putih agar organ pencernaan kita lebih segar dan diakhiri dengan 1 gelas air putih lagi.

Minimalkan berbuka dengan minum kopi,teh,minuman bervitamin di bulan puasa.Meskipun ada anjuran berbuka dengan yang manis manis,kita tetap harus memperhatikan porsinya dan sebaiknya diminum belakangan saja misalnya setelah sholat Tarawih.Karena minuman manis tersebut kaya akan kandungan karbohidrat sederhana yang dapat meningkatkan kadar gula darah, memicu rasa lapar/haus dan meningkatkan pengeluaran air kemih. Kandungan kafein pada kopi juga bisa menyebabkan sakit maag bila diminum pada situasi perut yang lagi kosong.Sedangkan untuk minuman bervitamin,butuh waktu yang lama agar kandungan vitaminnya terserap ke dalam aliran darah.Waktu yang dibutuhkan tersebut ternyata sama saja dengan suplemen biasa.Kalau misalnya lagi kepengin minum jus buah sebaiknya tanpa ditambahi gula,sebab manisnya buah berbeda dengan manisnya gula.
Kebiasaan orang “balas dendam” di malam hari setelah berbuka yang tidak memperhatikan komposisi kandungan asupan gula dari minuman yang dikonsumsi seringkali menjadi penyebab berat badan seseorang justru melambung usai bulan puasa.

Guna mencegah kurangnya asupan air pada tubuh kita atau dehidrasi selama bulan puasa,kita bisa dengan memperbanyak mengonsumsi buah-buah segar yang kaya kandungan airnya saat berbuka seperti buah jambu air,nanas,pepaya,jeruk serta makan sayuran berkuah saat makan malam ataupun makan sahur.

Hindari bekerja dan berolahraga dibawah terik sinar matahari dan meminimalkan olahraga yang menguras keringat.Kalaupun terpaksa melakukan kedua pekerjaan tersebut diatas,tambahkanlah konsumsi air minum 2-3 gelas di malam hari disaat kita diperkenankan makan dan minum.

Pantaulah urin di setiap pagi hari,apakah kita mengalami dehidrasi ringan atau dalam kondisi baik baik saja.Tanda seseorang mengalami dehidrasi ringan adalah urin berwarna kuning pekat dan jumlahnya sedikit.Bila keadaan seperti itu terjadi maka tingkatkan asupan air putih pada malam berikutnya.Gunakan kartu PURI (Periksa Urin Sendiri) untuk memantau kondisi urin kita setiap paginya.

Dengan pola konsumsi makanan yang bergizi ditunjang dengan pemenuhan kebutuhan cairan yang cukup akan membuat kita tetap sehat berstamina di bulan Ramadhan. Rasa haus yang berkelanjutan serta timbulnya bibir kering dapat dicegah karenanya. Seharusnya ibadah puasa membuat kita jadi lebih sehat dan dengan tubuh yang sehat kita dapat aktif bekerja dan sukses menunaikan ibadah puasanya tanpa khawatir dehidrasi.

Dilarang Berbuka Puasa Berlebihan


Berpuasa di bulan Ramadhan merupakan salah satu rukun Islam yang wajib dijalankan oleh orang muslim. Hal ini sebagaimana Firman Allah SWT. dalam QS. Al-Baqarah: 183.
Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.” (QS. Al-Baqarah: 183).
Dianjurkan untuk segera berbuka ketika waktunya telah tiba, tidak ditunda-tunda sampai terlihat bintang, seperti yang dilakukan oleh orang-orang Yahudi. Dianjurkan pula untuk berbuka puasa dengan kurma yang matang di pohon. Jika tidak ada, maka dengan kurma kering, dan jika tidak ada, maka berbukalah dengan beberapa hisapan air, seperti yang diriwayatkan dari Anas bin Malik.

Hal lain yang perlu diperhatikan juga yaitu tidak berlebih-lebihan saat berbuka puasa karena pada dasarnya segala sesuatu yang berlebih-lebihan itu tidak baik seperti Firman Allah di dalam QS. Al-A’raaf: 31 di bawah ini:
Artinya: “ Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.” (QS. Al-A’raf: 31).

Selain itu, ada pula hadits yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi yang artinya “Tidakkah seseorang memenuhi wadah yang lebih buruk daripada perut. Cukuplah bagi seseorang anak Adam makan makanan yang dapat menggerakkan tulang pungunggnya. Jika tidak boleh tidak, maka isilah sepertiga perutnya untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga lagi untuk napasnya.” Lebih dari sepertiga perut maka dimakruhkan karena mewariskan malas dan banyak tidur dan hal itu membuat pikiran beku dan kerasnya hati.

Jika memang memiliki rejeki yang lebih untuk berbuka, akan lebih utama untuk disedekahkan kepada orang yang lebih membutuhkan. Orang yang memberi makanan untuk berbuka puasa akan mendapatkan pahala yang besar dan kebaikan yang banyak. Seperti yang diriwayatkan Ahmad, Tirmidzi, dan Ibnu Majah yang artinya “Barang siapa yang memberi buka puasa kepada orang yang berpuasa maka ia akan mendapatkan pahala seperti pahalanya orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahalanya sedikitpun.”

Akibat dan penyakit yang bisa muncul akibat berbuka puasa yang berlebih-lebih antara lain :
  1. Rasa kantuk meningkat dan lesu karena konsumsi karbohidrat yang berlebihan.
  2. Obesitas yang disebabkan karena tidur setelah berbuka puasa akibat konsumsi karbohidrat berlebih.
  3. Gastroenteritis
  4. Muntah dan diare yang dapat menyebabkan kram perut.
  5. Sakit perut akut
  6. Radang perut akut

Tips untuk menghindari berbuka puasa secara berlebihan :
  1. Awali dengan minum segelas air putih
  2. Menyantap sedikit takjil
  3. Sholat maghrib setelah minum air putih dan takjil untuk memberi jeda ke perut
  4. Setelah sholat maghrib, makan makanan utama dengan porsi secukupnya
  5. Tidak terlalu banyak menyantap makanan yang manis karena makanan manis mengandung serotonin yang membuat kita sulit membatasi keinginan makan manis.

Kaffarah Berhubungan Badan di Siang Hari Pada Bulan Ramadhan



Pengertian Kaffarah

Dari segi bahasa (al-Kafru) yang artinya menutup. 
Dinamakan kafarah artinya menutup dosa dan mendapat keringanan daripada Allah SWT

Dari segi Istilah artinya perbuatan yang boleh menghapus dosa yang berupa membebaskan hamba, bersedekah dan puasa dengan syarat-syarat tertentu.
Dari Abu Hurairah radliyallaahu ‘anhu, ia berkata:
بَيْنَمَا نَحْنُ جُلُوسٌ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذْ جَاءَهُ رَجُلٌ، فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، هَلَكْتُ، قَالَ: مَا لَكَ؟ قَالَ: وَقَعْتُ عَلَى امْرَأَتِي وَأَنَا صَائِمٌ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: هَلْ تَجِدُ رَقَبَةً تُعْتِقُهَا؟ قَالَ: لَا، قَالَ: فَهَلْ تَسْتَطِيعُ أَنْ تَصُومَ شَهْرَيْنِ مُتَتَابِعَيْنِ؟ قَالَ: لَا، فَقَالَ: فَهَلْ تَجِدُ إِطْعَامَ سِتِّينَ مِسْكِينًا؟ قَالَ: لَا، قَالَ: فَمَكَثَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَبَيْنَا نَحْنُ عَلَى ذَلِكَ، أُتِيَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِعَرَقٍ فِيهَا تَمْرٌ وَالْعَرَقُ الْمِكْتَلُ، قَالَ: أَيْنَ السَّائِلُ؟ فَقَالَ: أَنَا، قَالَ: خُذْهَا فَتَصَدَّقْ بِهِ، فَقَالَ الرَّجُلُ: أَعَلَى أَفْقَرَ مِنِّي يَا رَسُولَ اللَّهِ، فَوَاللَّهِ مَا بَيْنَ لَابَتَيْهَا يُرِيدُ الْحَرَّتَيْنِ أَهْلُ بَيْتٍ أَفْقَرُ مِنْ أَهْلِ بَيْتِي، فَضَحِكَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى بَدَتْ أَنْيَابُهُ، ثُمَّ قَالَ: أَطْعِمْهُ أَهْلَكَ
Ketika kami sedang duduk bersama Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam, tiba-tiba datanglah seorang laki-laki lalu berkata : “Wahai Rasulullah, aku telah binasa”. Beliau bersabda : “Apa yang terjadi denganmu ?”. Ia berkata : “Aku telah berhubungan badan dengan istriku ketika aku sedang berpuasa”. Maka Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Apakah engkau mempunyai seorang budak untuk dimerdekakan ?”. Ia menjawab : “Tidak”. Beliau bersabda : “Apakah engkau mampu berpuasa dua bulan berturut-turut ?”. Ia menjawab : “Tidak”. Beliau bersabda : “Apakah engkau memiliki makanan untuk diberikan kepada 60 orang miskin ?”. Ia menjawab : “Tidak”. Maka Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam pun terdiam sejenak. Dalam keadaan seperti itu, seorang shahabat menyerahkan kepada Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam sekeranjang kurma. Setelah itu beliau shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda : “Dimana orang yang bertanya tadi ?”. Laki-laki itu berkata : “Aku (di sini)”. Beliau bersabda : “Ambillah kurma itu dan sedekahkanlah”. Laki-laki itu berkata : “Apakah aku menyedekahkannya kepada orang yang lebih faqir daripadaku wahai Rasulullah ?. Demi Allah, tidak ada di dua ujung kota Madinah satu keluarga yang lebih faqir daripada keluargaku”. Maka Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam tertawa hingga nampak gigi taringnya, kemudian bersabda : “(Ya sudah), berilah makan keluargamu (dengannya)” [Diriwayatkan oleh Al-Bukhaariy no. 1936 dan Muslim no. 1111].
Hadits ini memberikan kepada kita beberapa faedah terkait tema diantaranya:
1.      Berhubungan badan dengan sengaja dan sukarela di siang hari bulan Ramadlaan haram hukumnya berdasarkan firman Allah ta’ala:
أُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ الصِّيَامِ الرَّفَثُ إِلَى نِسَائِكُمْ هُنَّ لِبَاسٌ لَكُمْ وَأَنْتُمْ لِبَاسٌ لَهُنَّ عَلِمَ اللَّهُ أَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَخْتَانُونَ أَنْفُسَكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ وَعَفَا عَنْكُمْ فَالآنَ بَاشِرُوهُنَّ وَابْتَغُوا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَكُمْ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الأبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الأسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ
“Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan Puasa bercampur dengan istri-istri kamu; mereka itu adalah pakaian bagimu, dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi maaf kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam” [QS. Al-Baqarah : 187].
2.         Berhubungan badan dengan sengaja di siang hari bulan Ramadlaan membatalkan puasa, baik bagi laki-laki (suami) maupun wanita (istri). Ibnu Qudaamah rahimahullah berkata:
فَصْلٌ : وَيَفْسُدُ صَوْمُ الْمَرْأَةِ بِالْجِمَاعِ ، بِغَيْرِ خِلَافٍ نَعْلَمُهُ فِي الْمَذْهَبِ ؛ لِأَنَّهُ نَوْعٌ مِنْ الْمُفْطِرَاتِ ، فَاسْتَوَى فِيهِ الرَّجُلُ وَالْمَرْأَةُ ، كَالْأَكْلِ
“Pasal : Batalnya puasa wanita dengan sebab jimaa’ (berhubungan badan) tanpa ada perselisihan yang kami ketahui dari madzhab. Hal itu dikarenakan jimaa’ termasuk diantara sebab-sebab yang dapat membatalkan puasa, sehingga laki-laki dan wanita sama dalam permasalahan tersebut (dalam hal batalnya) seperti makan” [Al-Mughniy, 3/61].
Wajib bagi keduanya (suami dan istri) untuk mengqadla’ puasanya di hari yang lain.
Makna berhubungan badan (jima’) ini adalah dalam arti hakiki seperti timba yang masuk ke dalam air sumur, baik keluar mani ataupun tidak keluar mani.
3.     Orang yang berhubungan badan dengan sengaja di siang hari bulan Ramadlaan wajib menunaikan kaffarah berupa:
a.     memerdekakan seorang budak;
b.     puasa dua bulan berturut-turut;
c.      memberika makan 60 orang miskin.
Kaffarah tersebut sifatnya berurutan. Jika mampu, maka harus mengambil yang pertama. Jika tidak mampu, maka yang kedua; dan jika tidak mampu maka yang ketiga. Jika yang ketiga pun tidak mampu, maka kewajiban tersebut gugur padanya.
4.     Kaffarah dibebankan atas suami. Jika ia telah melakukannya, maka istri tidak perlu melakukannya lagi. Hal itu dikarenakan dalam hadits di atas, ketika Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam menyuruh laki-laki tersebut menunaikan kaffaarah, beliau tidak menyinggung istrinya. Dalam kaedah disebutkan:
تأخير البيان عن وقت الحاجة لا يجوز
“Mengakhirkan penjelasan pada waktu yang diperlukan tidak diperbolehkan” [‘Umdatul-Qaariy, 11/99].
Ini adalah pendapat yang dipegang oleh Asy-Syaafi’iy (Al-Umm, 2/85), Ahmad dalam salah satu riwayatnya (Al-Mughniy, 3/61), serta Dhaahiriyyah (Al-Muhallaa, 4/327).
5.        Kaffarah membebaskan budak adalah budak mukmin menurut pendapat yang raajih di kalangan ulama - wallaahu a’lam – dimana hal itu diqiyaskan dengan kaffaarah pembebasan budak yang lainnya.
6.        Kaffaarah berpuasa selama dua bulan harus dilakukan secara berturut-turut, tidak boleh berselang kecuali jika ada ‘udzur. Jika puasa tersebut berselang tanpa ‘udzur, maka harus diulang dari awal.
7.         Kaffarah memberi makan orang miskin adalah sebanyak 60 orang berdasarkan sabda beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam : “Apakah engkau memiliki makanan untuk diberikan kepada 60 orang miskin ?”. Oleh karena itu, tidak diperbolehkan memberikan makan 30 orang miskin selama dua hari, atau 10 orang miskin selama tiga hari tanpa ada 'udzur.
8.         Jika seseorang berhubungan badan lebih dari satu kali dalam sehari pada siang harinya, maka ia cukup menunaikan kaffaarah sekali.
9.         Jika seseorang berhubungan badan dalam beberapa hari pada siang harinya, maka ia 
      membayar kaffarah sejumlah hari yang ia berhubungan badan padanya.