Hukum
puasa di bulan Ramadhan adalah wajib bagi setiap muslim yang baligh (dewasa),
berakal, dalam keadaan sehat, serta dalam keadaan tidak melakukan
safar/perjalanan jauh. Namun banyak sekali fenomena yang ditemui khususnya
saat ini dimana hanya orang tua sajalah yang melakukan puasa sementara
anak-anak mereka yang masih kecil dan belia dibiarkan untuk tidak menjalankan
ibadah wajib ini. Seperti halnya sholat 5 waktu, ibadah puasa semestinya juga
harus di ajarkan kepada anak-anak meskipun usia mereka masih belia.
Dengan
adanya latihan dan bimbingan yang diberilkan untuk mereka untuk berpuasa
sejak dini oleh orang tuanya, diharapkan pengalaman tersebut menjadikan
pembelajaran bagi si anak untuk terbiasa dengan rutinitas ibadah wajib satu ini.
Ada beberapa cara bagaimana strategi bimbingan dan latihan jita yang bisa diberikan kepada
anak anak kita
Ciptakan Dekorasi Rumah Anda Seindah Mungkin Dalam Menyambut Bulan Suci Ramdhan
Orang
tua harus kreatif dalam membangun suasana rumah seperti layaknya membangun
pesta ulang tahun anak. Misalnya Pada pintu rumah atau pintu kamar anak buatlah
spanduk atau apapun secara sederhana yang bertulisan penyambutan bulan suci
ramdahan, sehingga dalam benak anak akan bertanya mengapa pada bulan ini, ayah
serta ibu mereka menghias rumah sebagus itu, dan orang tua berkewajiban
memberikan penjelasan yang mudah dicerna bagi anak bahwa bulan puasa merupakan
bulan yang istimewa yang didalamnya seluruh umat muslim diwajibkan berpuasa
yang perlu disambut dengan bahagia sehingga mereka memberikan reaksi
ketertarikan terhadap apa sebenarnya puasa ramadhan itu.
Memberikan
Tausiah Yang Menarik Tentang Hakikat Puasa
Saat
mereka sudah menunjukkan ketertarikan tentang puasa ramdahan, Orang tua dapat
memberikan tausiah untuk anak anak mereka tentang hukum, pahala dan amalan
puasa bagi setiap muslim. tausiah ini dapat diceritakan kepada anak anak
sekreatif mungkin, bisa melalui dongeng atau cerita cerita lainnya. Dengan
seperti itu, anak anak memiliki motivasi dalam dirinya sendiri untuk
menjalankan ibadah puasa seperti apa yang ayah ibu mereka kerjakan.
Aktivitas Dan Menu Sahur
Saat
anak-anak sudah berkeinginan untuk menjalankan ibadah puasa, orang tua juga
mengajak dan melibatkan anak anak mereka untuk sahur bersama keluarga. Jika
mereka masih kantuk, berilah cerita cerita pembangun semangat mereka untuk
bersahur. Lalu bagaimana dengan menu sahurnya? Bagi ibu, buatlah menu makanan
sahur yang di gemari anak-anak sehingga anak-anak berselara untuk makan sebagai
bekal berpuasa nanti. Tetapi orang tua harus memastikan bahwa menu yang di
sajikan memberikan nutirsi serta gizi yang cukup memberikan energi serta
seimbang. Pemilihan bahan makanan yang mengandung karbohidrat, protein, lemak,
mineral vitamin harus seimbang serta minuman yang diberikan pada anak juga
harus memberikan nilai energi. Orang tua sebaiknya jangan memberikan vitamin
penambah nafsu makan saat sahur karena dapat membuat anak cepat lapar pada
siang harinya.
Beri
Kesempatan Berbuka
Pada
umumnya, orang dewasa menahan haus, lapar serta dahaga selama kurang lebih
10-14 jam dari sahur sampai dengan berbuka. Aktivitas tersebut kadang
masih terasa berat bagi anak-anak kuta sehingga pada siang hari. Jika
anak kita merasa lapar atau haus dan tidak bisa menahan lapar atau dahaga, beri
kesempatan mereka untuk berbuka terlebih dahulu serta biarkan mereka makan lalu
orang tua meminta kepada anak untuk melanjutkan latihan ibadah puasanya sampai
waktu berbuka tiba.
Memberikan
Hadiah Dan Motivasi
Orang
tua memberikan janji kepada si anak kalau anak mereka akan mendapatkan hadiah
jika mereka berhasil melakukan peningkatan lamanya jam mereka berpuasa dari
kehari hari. Hadiah tidak harus mewah tetapi sesuai dengan kebutuhan terbaik
apa yang diperlukan anak anak. Misalnya hadiah baju baru untuk lebaran nanti,
orang tua dapat memberikan kesempatan pada pada anak untuk memilih jenis baju
apa yang mereka inginkan. Lalu bagaimana bagi anak anak mereka yang mulai
terlihat kendur dalam berpuasa, orang tua wajib memberikan motivasi yang terus
membangun semangat mereka.
Aktivitas
Dan Menu Berbuka
Biasanya
anak-anak sudah tidak sabar untuk menunggu bedug berbuka, orang tua khususnya
sang ayah dapat mensiasati dengan mengajak anak untuk belajar agama bersama
alias ngabuburit yang bermanfaat. Sementara itu, Ibu mereka menyiapkan
menu yang sesuai dengan apa yang anak-anak minati. Hal ini sesuai sesuai dengan
sahur mereka dimana menu berbuka juga wajib mempertimbangkan aspek keseimbangan
gizi serta nutrisi yang seimbang. Orang tua juga harus mengingatkan bahwa
makan atau minum saat berbuka jangan sampai kekenyangan karena kekenyangan akan
membuat perut terasa sakit sehingga anak-anak justru akan trauma dan enggan
untuk berpuasa lagi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar