Ramadhan
adalah bulan paling berkah dan paling banyak pahala diantara bulan lainnya.
Sayangnya tidak semua muslim dapat menikmati bulan Ramadhan secara utuh.
Seperti Wanita yang kedatangan “si merah”. Duh, sedih si merah datang apalagi
datangnya pada 10 malam terakhir. Sebenarnya tidak perlu sedih saat kedatangan
si merah.
Allah
SWT Sang Maha Pencipta sekaligus Maha Bijaksana. Meskipun dengan kedatangan si
merah tapi Allah SWT memberikan ridha dan pahala. Anda Masih bisa beribadah dan
meraih keberkahan di bulan Ramadhan.
Harus
Ikhlas
“Dan
janganlah kamu terlalu mengharapkan (ingin mendapat) limpah kurnia yang Allah
telah berikan kepada sebahagian dari kamu (untuk menjadikan mereka) melebihi
sebahagian yang lain (tentang harta benda, ilmu pengetahuan atau pangkat
kebesaran). (Kerana telah tetap) orang-orang lelaki ada bahagian dari apa yang
mereka usahakan, dan orang-orang perempuan pula ada bahagian dari apa yang
mereka usahakan; (maka berusahalah kamu) dan mohonkanlah kepada Allah akan
limpah kurnianya. Sesungguhnya Allah sentiasa Mengetahui akan tiap-tiap
sesuatu”. (An-Nisa’: 32)
Jika
si merah datang, ikhlaskan saja. Tidak perlu iri dengan yang dapat beribadah
sepenuhnya di bulan Ramadhan. Karena iri hati menunjukan tidak ikhlas menerima
qadha dan qadr. Lebih baik mengikhlaskan diri sebagai wujud keimanan ukhti
terhadap qadha dan qadr. Karena dengan ikhlas, Allah SWT sudah memberikan ridha
kepada ukhti. Dengan ikhlas akan tenang dan selalu berprasangka baik kepada
Allah. Insya Allah ada pahala tersendiri untuk orang yang ikhlas.
Tetap
Sahur
Rasulullah
SAW bersabda, “Makan sahurlah kalian. Sesungguhnya pada makan sahur tersebut
terdapat keberkahan”. (H.R Bukhari dan Muslim)
Meskipun
si merah datang..sebaiknya tetap bangun saat sahur. Mempersiapkan makan sahur
dan berkumpul dengan keluarga. Apalagi waktu sahur pada 1/3 malam terakhir itu
adalah waktu yang tepat untuk beribadah dan berdo’a. Oleh karena itu, bisa
melakukan ibadah alternatif seperti berikut ini:
Pelajari
makna dan terjemahan ayat-ayat Al Qur’an.
Memperbanyak dzikir, istighfar dan bersholawat kepada Nabi
Muhammad SAW.
Berdo’a kepada Allah SWT. Waktu sahur disebut waktu yang
makbul untuk berdo’a.
Bermuhasabah dan merefleksikan diri supaya tetap lurus di
jalan Allah SWT.
Menjawab adzan shubuh dan berdo’a setelah adzan.
Buka
Puasa Bersama
Dari
Zaid bin Khalid Al Juhani berkata; Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam
bersabda: “Barangsiapa yang memberi makan orang yang berbuka, dia mendapatkan
seperti pahala orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa
sedikitpun”. (H.R. At-Tirmidzi)
Saat
berbuka puasa bisa menyibukkan diri dengan memasak, menjamu dan mempersiapkan
hidangan berbuka puasa. Ukhti juga bisa memberi makan dan takjil kepada fakir
miskin dan anak yatim saat berbuka. Insya Allah ukhti akan mendapatkan pahala
pula seperti pahala orang yang berpuasa bahkan tidak dikurangi sedikitpun.
Berlomba-Lomba
Beramal Yaumiyah
Meskipun
ada ibadah yang dilarang saat Ramadhan, tapi masih banyak ibadah lainnya yang
masih diperbolehkan saat si merah datang, seperti:
Berdzikir dan membaca Al Matsurah.
Ukhti dapat berdzikir kapanpun terutama pagi dan petang.
Berdo’a. Berdo’a merupakan ibadah
yang harus dikerjakan karena Allah SWT dapat memberikan ijabah kepada
orang-orang yang berdo’a, termasuk ukhti yang sedang kedatangan si merah.
Bersedekah. Bersedekah sangat
dianjurkan setiap waktu. Setiap harta yang ukhti sisihkan untuk bersedekah,
Insya Allah akan diganti berlipat ganda.
Aktivitas sehari-haripun bernilai
ibadah
Makan itu ibadah
Minum itu ibadah
Tidur itu ibadah
Minum itu ibadah
Tidur itu ibadah
Beraktivitaslah
seperti biasa, beraktivitaslah yang bermanfaat untuk orang lain. Insya Allah
semuanya akan bernilai ibadah. Bukankah tidak ada larangan beraktivitas saat si
merah dating..?
Perkaya Ilmu
Allah
SWT menganjurkan setiap muslim untuk menuntut ilmu. Bahkan Allah SWT memuliakan
orang yang berilmu. Menuntut ilmu juga dapat dilakukan kapanpun, dimanapun dan
siapapun mulai dari bayi sampai lansia. Oleh karena, ukhti dapat memanfaatkan
Ramadhan dengan menuntut ilmu, terutama saat keluarga ukhti sedang tarawih. Mendengarkan
ceramah agama, mengikuti pengajian, membaca buku agama, membagi ilmu kepada
orang lain, memberi nasihat, memberikan tausyiah Islami melalui media sosial.
Si
merah boleh saja datang, tapi kebersihan hati dan akhlak mulia kudu dijaga
Bulan
Ramadhan memang bulannya pahala berlimpah. Tapi bulan Ramadhan juga bulannya
ganjaran akhlak tercela. Karena itu, harus tetap berakhlak mulia meskipun saat
kedatangan si merah. Harus tetap ramah, sabar, senyum. Hindarilah bergosip tapi
jalinlah silaturrahim dengan orang lain.
Bagaimana…masih
manyum saat si merah datang di Bulan Ramadhan? Sudah ngga lagi, kan? Banyak
ibadah alternatif yang bisa dilakukan loh. Insya Allah ridha dan pahala masih
bisa diraih saat kedatangan si merah..Aamiiin..!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar