Selama 13 jam lebih kita berpuasa di tengah kondisi cuaca
siang hari yang terik,cairan tubuh kita akan berkurang jumlahnya.Bila
dibiarkan berlanjut tentu tubuh kita akan mengalami dehidrasi dari yang
ringan hingga berat.Gejala dehidrasi ringan seperti mulut kering,sulit
konsentrasi, gemetar,mengantuk bila dibiarkan bisa berlanjut ke
dehidrasi yang lebih berat dengan gejalanya seperti
kejang,berhalusinasi,menurunnya volume dan tekanan darah hingga
kegagalan fungsi ginjal.
Untuk menjaga agar selama seharian kita tetap mampu beraktivitas
sekaligus mampu menjalankan ibadah puasa tentu kita membutuhkan asupan
gizi yang baik serta cairan tubuh yang berkecukupan. Untuk asupan gizi
selama bulan Ramadhan,kebanyakan dari kita sudah mempersiapkannya dengan
membuat berbagai menu masakan harian yang lebih bergizi dibanding hari
hari di luar bulan Ramadhan.Namun,jarang sekali yang merencanakan pola
asupan cairan tubuh yang ternyata memegang peranan lebih penting bagi
kesehatan tubuh kita.Masih banyak anggapan di tengah masyarakat bahwa
ketika puasa kebutuhan pemenuhan cairan tubuh mereka akan
berkurang.Padahal faktanya pada saat puasa,kebutuhan cairan seseorang
tidak berkurang,sama saja dengan hari lainnya di luar bulan puasa,hanya
waktunya saja yang berbeda.
Selama puasa di bulan Ramadan,kesempatan minum air dibatasi hanya
pada malam hari sejak matahari terbenam sampai terbit fajar. Bila kita
kurang waspada,kita bisa terkena dehidrasi ringan ataupun sedang.Bila
dipahami dan dilaksanakan dengan baik seharusnya puasa Ramadan dapat
meningkatkan kesehatan tubuh,tetapi bila kita tidak mengetahui jumlah
dan cara minum yang benar bisa jadi puasa Ramadan menimbulkan gangguan
kesehatan.Orang yang berpuasa ada kalanya mengalami rasa haus,terutama
menjelang berbuka tetapi sebaiknya diwaspadai jangan sampai rasa haus
ini berlangsung setiap hari dan menimbulkan gejala bibir kering.
Kenapa sebagian orang mengalami bibir kering selama puasa Ramadan?
Penyebab utamanya bila tidak ada penyakit tentu karena kekurangan air
minum. Kenapa terjadi kekurangan air minum?Karena jumlah yang diminum
belum memenuhi kebutuhan air bagi tubuh. Jumlah air minum yang
dibutuhkan untuk hidup sehat dan aktif setiap hari tergantung ukuran
tubuh,tahap pertumbuhan (usia),jenis kegiatan dan suhu lingkungan.
Seorang dewasa dengan aktivitas sedang misalnya membutuhkan sekitar 7-8
gelas air sehari (2 liter perhari).
Berikut ini tips dan pengalaman saya tentang pemenuhan kebutuhan
cairan tubuh serta pengaturan konsumsinya selama bulan puasa agar kita
terhindar dari dehidrasi yaitu :
Dalam keseharian kita,air yang kita konsumsi butuh waktu untuk
berpindah dari lambung ke otot-otot tubuh.Karena itu, idealnya seseorang
tak perlu menunggu haus untuk mencukupi hidrasinya. Di bulan puasa,
minum teratur dengan cukup setiap jam dapat diganti dengan komposisi
mengkonsumsi minum air putih yang tepat, yakni 2 gelas saat berbuka, 4
gelas di malam hari, dan 2 gelas saat sahur.Cara mengatur konsumsi 8
gelas air putih selama berpuasa Ramadhan yaitu awali berbuka dengan 1
gelas air putih kemudian setelah menikmati hidangan berbuka berupa buah
kurma berjumlah 3,5 atau 7 butir,kembali minum 1 gelas air putih lagi.
Segera tunaikanlah sholat maghrib karena waktunya mepet.Istirahatlah
sebentar untuk memberikan kesempatan organ pencernaan kita agar siap
menerima makanan besar yang akan masuk kemudian.Sebelum menyantap
hidangan berbuka,minumlah 1 gelas air putih kembali. Perhatikan porsi
makannya jangan terlalu berlebihan karena kita masih harus menunaikan
sholat Isya dan sholat Tarawih berjamaah yang bisa memakan waktu kurang
lebih 1 jam.Bila porsi makan kita tidak terkontrol,akan timbul rasa
mengantuk dan rasa malas untuk pergi ke masjid menunaikan sholat Isya
dan sholat Tarawih tersebut.Selesai sholat Tarawih bisa dilanjutkan
kembali makan malamnya dengan porsi yang lebih kecil dan diakhiri dengan
minum 1-2 gelas air putih.Saatnya beristirahat sebentar,yang dapat kita
gunakan untuk melakukan ibadah sunnah lainnya seperti taddarus
Al-Quran.Setelah dirasa cukup istirahatnya,menjelang tidur jangan lupa
minum 1 gelas air putih lagi.Sedangkan di kala makan sahur,sebelum
menyantap makan sahurnya diawali dengan 1 gelas air putih agar organ
pencernaan kita lebih segar dan diakhiri dengan 1 gelas air putih lagi.
Minimalkan berbuka dengan minum kopi,teh,minuman bervitamin di
bulan puasa.Meskipun ada anjuran berbuka dengan yang manis manis,kita
tetap harus memperhatikan porsinya dan sebaiknya diminum belakangan saja
misalnya setelah sholat Tarawih.Karena minuman manis tersebut kaya akan
kandungan karbohidrat sederhana yang dapat meningkatkan kadar gula
darah, memicu rasa lapar/haus dan meningkatkan pengeluaran air kemih.
Kandungan kafein pada kopi juga bisa menyebabkan sakit maag bila diminum
pada situasi perut yang lagi kosong.Sedangkan untuk minuman
bervitamin,butuh waktu yang lama agar kandungan vitaminnya terserap ke
dalam aliran darah.Waktu yang dibutuhkan tersebut ternyata sama saja
dengan suplemen biasa.Kalau misalnya lagi kepengin minum jus buah
sebaiknya tanpa ditambahi gula,sebab manisnya buah berbeda dengan
manisnya gula.
Kebiasaan orang “balas dendam” di malam hari setelah berbuka yang tidak memperhatikan komposisi kandungan asupan gula dari minuman yang dikonsumsi seringkali menjadi penyebab berat badan seseorang justru melambung usai bulan puasa.
Kebiasaan orang “balas dendam” di malam hari setelah berbuka yang tidak memperhatikan komposisi kandungan asupan gula dari minuman yang dikonsumsi seringkali menjadi penyebab berat badan seseorang justru melambung usai bulan puasa.
Guna mencegah kurangnya asupan air pada tubuh kita atau dehidrasi
selama bulan puasa,kita bisa dengan memperbanyak mengonsumsi buah-buah
segar yang kaya kandungan airnya saat berbuka seperti buah jambu
air,nanas,pepaya,jeruk serta makan sayuran berkuah saat makan malam
ataupun makan sahur.
Hindari bekerja dan berolahraga dibawah terik sinar matahari dan
meminimalkan olahraga yang menguras keringat.Kalaupun terpaksa melakukan
kedua pekerjaan tersebut diatas,tambahkanlah konsumsi air minum 2-3
gelas di malam hari disaat kita diperkenankan makan dan minum.
Pantaulah urin di setiap pagi hari,apakah kita mengalami dehidrasi
ringan atau dalam kondisi baik baik saja.Tanda seseorang mengalami
dehidrasi ringan adalah urin berwarna kuning pekat dan jumlahnya
sedikit.Bila keadaan seperti itu terjadi maka tingkatkan asupan air
putih pada malam berikutnya.Gunakan kartu PURI (Periksa Urin Sendiri)
untuk memantau kondisi urin kita setiap paginya.
Dengan pola konsumsi makanan yang bergizi ditunjang dengan pemenuhan
kebutuhan cairan yang cukup akan membuat kita tetap sehat berstamina di
bulan Ramadhan. Rasa haus yang berkelanjutan serta timbulnya bibir kering
dapat dicegah karenanya. Seharusnya ibadah puasa membuat kita jadi
lebih sehat dan dengan tubuh yang sehat kita dapat aktif bekerja dan
sukses menunaikan ibadah puasanya tanpa khawatir dehidrasi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar