Orang yang sedang berpuasa dan ketika sudah memasuki waktu berbuka
puasa, mereka juga dianjurkan untuk melaksanakan amalan sunnah berbuka
puasa.Sehingga dengan menjalankan amalan sunnah berbuka puasa, puasa
menjadi berkah dan pahala yang kita dapatkan semakin banyak karena
amalan sunnah dapat mengikis dosa-dosa kecil masa lalu yang pernah kita
lakukan.
Berbuka Puasa Diawal Waktu
Amalan sunnah yang pertama kali saat berbuka puasa adalah
mendahulukan atau menyegerakan untuk berbuka puasa ketika sudah masuk
waktu adzan magrib, biasannya sebelumnya ditandai dengan bunyi sirine
berbuka puasa.
hadis dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata, “Sesungguhnya
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak mengerjakan salat maghrib
hingga berbuka puasa kendati hanya dengan seteguk air,” (H.R. Tirmidzi.
Hadits Hasan).
Selain hadist dtersebut, juga terdapat hadis dari Sahl bin Sa’ad
radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda, “Orang-orang (umat Islam) senatiasa berada dalam kebaikan
selama mereka menyegerakan berbuka,” (Muttafaqun ‘alaih).
Memperbanyak Doa Ketika Berbuka Puasa
Lanjut yang kedua, amalan orang saat berbuka puasa yaitu dengan
banyak-banyak berdoa dan jangan lupa doa pertama sebelum berbuaka adalah
doa berbuka puasa, setelah itu dilanjutkan dengan berbuka, setelah
berbuka kita diperbolehkan untuk memperbanyak doa lainnya yang
didalamnya memberikan banyak kemanfaat untuk kehidupan dunia dan
diakhirat kelak.Berdoalah sesuai dengan harapan kita masing-masing karena doa orang yang sedang atau sudah menjalankan ibadah puasa doanya tidak ditolak oleh Allah SWT.Berikut dibawah ini adalah hadist penguat mengenai sunnah memperbanyak doa ketika berbuka puasa:
didalamnya memberikan banyak kemanfaat untuk kehidupan dunia dan
diakhirat kelak.Berdoalah sesuai dengan harapan kita masing-masing karena doa orang yang sedang atau sudah menjalankan ibadah puasa doanya tidak ditolak oleh Allah SWT.Berikut dibawah ini adalah hadist penguat mengenai sunnah memperbanyak doa ketika berbuka puasa:
Berdoalah doa buka puasa yang sahih. Dari Abdullah bin Umar radhiyallahu
‘anhu, ia berkata, “Dahulu apabila Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa
sallam telah berbuka puasa, beliau biasa berdoa dengan, “Dzahaba zh-
zhama-u wabtallatil ‘uruuqu, wa tsabatal ajru insyaa Allah.”
‘anhu, ia berkata, “Dahulu apabila Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa
sallam telah berbuka puasa, beliau biasa berdoa dengan, “Dzahaba zh-
zhama-u wabtallatil ‘uruuqu, wa tsabatal ajru insyaa Allah.”
ذَهَبَ الظَّمَأُ، وابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وثَبَتَ اْلأَجْرُ إِنْ شَاءَاللهُ
“Telah hilang rasa haus dahaga, dan urat-urat telah basah, dan pahala akan kita peroleh, insyaa Allah,” (H.R. Abu Daud).
Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
ثَلَاثٌ
لَا تُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ: الْإِمَامُ الْعَادِلُ، وَالصَّائِمُ حَتَّى
يُفْطِرَ، وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ يَرْفَعُهَا اللَّهُ فَوْقَ السَّحَابِ
يَوْمَ الْقِيَامَةِ
لَا تُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ: الْإِمَامُ الْعَادِلُ، وَالصَّائِمُ حَتَّى
يُفْطِرَ، وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ يَرْفَعُهَا اللَّهُ فَوْقَ السَّحَابِ
يَوْمَ الْقِيَامَةِ
“Ada tiga orang yang doanya tidak ditolak:
Pemimpin yang adil, orang yang berpuasa sampai dia berbuka, dan doa
orang yang didzalimi, Allah angkat di atas awan pada hari kiamat,” (H.R.
At-Tirmidzi 2526, Thabrani 7111).
Pemimpin yang adil, orang yang berpuasa sampai dia berbuka, dan doa
orang yang didzalimi, Allah angkat di atas awan pada hari kiamat,” (H.R.
At-Tirmidzi 2526, Thabrani 7111).
Berbuka Dengan Memakan Kurma
Sunnah berbuka puasa yang ketiga selanjutnya yaitu berbuka puasa
dengan memakan buah kurma dengan jumlah ganjil, bisa 3, 5, 7, 9 dan
seterusnya.Kenapa harus ganjil?Jawabannya, karena ini sudah dicontohkan
oleh baginda Nabi Muhammad S.A.W. Seperti menurut penjelasan hadis yang
diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,
“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berbuka dengan beberapa
biji ruthab (kurma masak yang belum jadi tamr) sebelum shalat Maghrib.
Jika tidak ada beberapa biji ruthab, cukup beberap biji tamr (kurma
kering). Jika itu tidak ada juga, beliau minum beberapa teguk air,”
(H.R. Abu Dawud dan Tirmidzi. Hadits Hasan Shahih).
Lalu bagaimana jika tidak ada kurma?
Sebagian ulama juga sudah menjelaskan berbupa puasa dengan yang
manis-manis karena maknanya itu sama dengan memakan buah kurma.Imam
Al-Rafi’i (w 623 H) menjelaskan didalam kitabnya Fathul ‘Aziz bisyarhi
Al-Wajiz, yang juga dikenal dengan kitab Al-Syarhu Al-Kabir, sebuah
kitab syarah atas kitab fiqh Imam Al-Ghazali yakni Al-Wajiz fil Fiqhi
Al-Syafi’i. Kata beliau,
“Sesungguhnya disunnahkan ta’jil setelah benar-benar yaqin matahari terbenam, dan sunnah berbuka puasa dengan kurma (tamr), namun apabila tidak ada maka hendaknya berbuka puasa dengan air, berdasarkan riwayat bahwa Nabi Shallallahu ‘Alayhi wa Sallam pernah bersabda : “Barangsiapa yang mendapati kurma maka berbuka puasalah dengannya, dan barangsiapa yang tidak memiliki kurma maka berbukalah dengan air, sebab air itu suci”, Dan Al-Qadli Ar-Ruyani menuturkan bahwa hendaknya berbuka puasa dengan kurma, namun bila tidak ada maka dengan manisan yang lain, jika tidak ada maka dengan air”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar